SMP Plus Al-Ashri Dapatkan Kemenangan!!! untuk kedua kainya

Akhirnya Tim Pemimpi Besar SMP Plus Al Ashri, bisa bernapas lega. Setelah tiga hari, 24 - 26 Februari berlaga di Chemistry Smart Challenge yang diselenggarakan FMIPA jurusan Kimia - Universitas Hasanuddin, kafilah SMP Plus Al Ashri berhasil memboyong piala terbanyak di event tingkat SMP se- Makassar tersebut.

Kemenangan diawali oleh tim Cepat Tepat ( Farisah, Nabila, dan Sivinta) yang menang telak atas lawan-lawannya untuk maju ke babak semi final. Tim Cepat Tepat ini kemudian melaju terus hingga babak final dan lagi-lagi menaklukkan lawannya dengan nilai fantastis.
Masih di hari pertama, Afsah Maulindah dan Farisah Inarah berhasil menyumbangkan medali perak dan perunggu. Selain Cepat Tepat, Tim Mading Prasasti (Afsah Maulindah, Alif R, dan Fazham Fadhil Mukarram) berhasil membawa pulang medali emas.
Kemenangan demi kemenangan yang diraih akhirnya 'Tim Pemimpi Besar' menjadi juara umum sekaligus berhak atas piala bergilir Gubernur Sulawesi Selatan.

Tapi mimpi besar itu tak jua mengecil, malah semakin membesar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SMP Plus Al-Ashri Dapatkan Kemenangan!!!

Pada ajang KKE (Keker Exhibition) kemarin , SMP Plus Al-Ashri membawa puang 4 buah piala . Hebat kan? Hehe , gak sombong , cuma mau bagi info aja .

Nah , salah satu supporting event Keker Koding Exhibition 2011 yang cukup menguras otak adalah Keker Get Smart. Kamis kemarin, Keker Get Smart sukses melahirkan jawara-jawara baru.  Lebih dari 30 tim dari masing-masing sekolah ikut berpartisipasi serta bersaing mengasah otak dalam menjawab soal yang diberikan oleh tim dari LBB Gadjahmada . Akhirnya , KeKeR Get Smart mendapatkan jawaranya . Untuk SMP juara pertama diduduki oleh SMP Islam Al-Ashri (bangga nih!) dengan total nilai 800 poin . Posisi 2 dan 3 ditempati SMP Islam Athirah Baruga serta SMPN 30 Makassar .


Sementara itu , pada lomba photografer , Ilham , siswa kelas 7 SMP Plus Al-Ashri berhasil merebut posisi jawara . Salut deh sama adik kelas yang satu ini ! Dia sudah membanggakan sekolah kami . Meski pun tergolong peserta termuda , tapi dia berhasil memberikan yang terbaik dan menunjukkan bakatnya itu . Hasil dari jeprat-jepretnya pun unik-unik .

Di lomba jurnalist , Muhammad Irfansyah , siswa kelas 9 SMP Plus Al-Ashri mendapat juara ketiga . Tidak percuma selama ini dia mondar-mandir cari berita , wawancara dengan siswa-siswa lain , dan menyusun hasilnya . SMP Al-Ashri membawa satu piala lagi .


The last but not least , sekolah kami juga membawa pulang piala juara satu Koding . Tema kodingnya adalah Leader Wannabe . Koding yang kami buat terinspirasi dari filosofi sebuah kapal phinisi . Kami ingin menguak sebuah motivasi sosok pemimpin dari phinisi . Sekali layar terkembang , pantang surut ke pantai . Berani melawan arus . Gak menyerah meski badai menghantam .






Yah , demikianlah indahnya kemenangan . Jayalah terus Al-Ashri !!

SMP Plus Al-Ashri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tokek berbuntut 2

 

Warga RT. 02/02, Dukuh Tular, Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur digemparkan dengan ditangkapnya tokek berbuntut dua milik Bakin (40) warga setempat. Pasalnya, tokek berekor dua tersebut dibilang sangat tidak wajar dan langka. Bahkan sebagian warga setempat juga merasa ketakutan karena terlihat galak jika akan dipegang. Saking hebohnya warga setempat berduyun-duyun mendatangi rumah Bakin.

Informasi yang didapat menyebutkan, tokek berekor dua tersebut ditangkap dalam rumah Bakin satu bulan yang lalu, sekitar pukul sembilan malam.

Dia mengaku tidak mendapatkan firasat apa pun dengan kemunculan tokek yang tidak lazim didalam rumahnya. Menurutnya hampir dua malam dia menunggu kemunculan tokek yang kadang menghilang dengan sendirinya. Meskipun belum begitu besar, namun larinya sudah seperti tokek dewasa.

“Sebenarya ada dua tokek yang saya tangkap,namun yang satunya wajar-wajar saja,seperti tokek pada umumnya,” jelas Bakin. Dikatakan Bakin, dirinya berjanji tidak akan melepas menjual anak tokek berekor dua tersebut. Karena anak tokek itu terbilang langka dan aneh.

“Siapa tahu bisa mendatangkan keberuntungan dan akan tetap dipelihara sampai besar,” katanya.

Untuk menjaga hal–hal yang tidak diinginkan, kedua tokek tersebut sekarang di tempatkan dalam kotak dari kayu yang berbentuk persegi dan ditaruh dalam rumahnya serta setiap harinya di kasih makan jangkrik.

“Ini menandakan akan datang rejeki nomplok buat warga sekitar sini,” ungkap Hasyim, pengunjung asal Madiun.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerpen


Kiai Yazid dan Si Anjing Hitam

Cerpen Wawan Susetya

Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitarnya memanggi Kiai Yazid --lengkapnya Kiai Abu Yazid al-Bustami. Santrinya banyak. Mereka belajar di bawah bimbingan Sang Guru. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia; ada yang dari Irak, Iran, Arab, Tanah Gujarat, Negeri Pasai dan sebagainya. Mereka setia dan tunduk patuh atas semua nasihat dan bimbingan Sang Mursyid.

Selain Kiai Yazid punya santri di pesantrennya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang sifatnya pragmatis dan teknis lainnya. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh Sang Kiai.

Meski demikian, kadang-kadang terjadi pula tamu yang datang dengan maksud menguji dan mencobai Sang Kiai: apakah Kiai Yazid itu memang benar-benar waskita (tajam penglihatan mata batinnya)?

Para tamu yang datang, bukan hanya didominasi kalangan lelaki saja, tetapi juga ada perempuan sufi yang belajar kepadanya. Mereka ingin ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana yang dilalui Sang Kiai. Di antara mereka ada yang berhasil, ada pula yang gagal di tengah jalan. Semua itu, kata Kiai Yazid, memang bergantung pada ketekunannya masing-masing. Beliau hanya mengarahkan dan membimbing; semuanya bergantung dari keputusan-Nya jua.

Karena ke-’alim-annya itu, akhirnya masyarakat memang benar-benar menganggap bahwa Kiai Yazid adalah sosok yang patut dijadikan tauladan atau panutan. Bukan hanya itu. Para kalangan sufi pun menghormati kedalaman rasa Sang Kiai. Para sufi pun banyak yang mengajak diskusi, konsultasi, musyawarah dan membahas soal-soal spiritual yang pelik-pelik. Nglangut. Hadir dan menghadirkan. Berpisah dan bersatu.

Kedalaman rasa Sang Kiai, misalnya, ia bisa saja merasa kesepian atau "menyendiri" ketika berkumpul dengan orang banyak. Di tempat lain, Sang Kiai sangat merasakan ramai, padahal ia sendirian. Begitulah, semua rasa itu tertutup oleh penampilan beliau yang memikat, mengayomi, melindungi, mengajar, dan gaul dengan banyak orang.
***
Pada suatu hari, Kiai Yazid sedang menyusuri sebuah jalan. Ia sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia mengalir begitu saja. Maka dengan enjoy-nya ia berjalan di jalan yang lengang nan sepi.

Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Kiai Yazid merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. E?.ternyata tahu-tahu sudah dekat; di sampingnya. Melihat Kiai Yazid --secara reflek dan spontan-- segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan tadi begitu cepatnya dan tidak jelas apakah karena -barangkali-- merasa khawatir: jangan-jangan nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu!

Tapi, betapa kagetnya Sang Kiai begitu ia mendengar Si Anjing Hitam yang di dekatnya tadi memprotes: "Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa!"

Mendengar suara Si Anjing Hitam seperti itu, Kiai Yazid masih terbengong: benarkah ia bicara padanya?! Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata? Sang Kiai masih terdiam dengan renungan-renungannya.

Belum sempat bicara, Si Anjing Hitam meneruskan celotehnya: "Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah sebagai seorang Parsi (kesombonganmu), dirimu tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!"

Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara Si Anjing Hitam di dekatnya, Kiai Yazid baru menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah Si Anjing Hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar; ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.

"Ya, engkau benar Anjing Hitam," kata Kiai Yazid, "Engkau memang kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu, marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih!"

Ungkapan Kiai Yazid tadi, tentu saja, merupakan ungkapan rayuan agar Si Anjing Hitam mau memaafkan kesalahannya. Jikalau binatang tadi mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.

"Engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama denganku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu, tetapi Siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!" kata Si Anjing Hitam dengan tenang.

Kiai Yazid masih termenung dengan kesalahannya pada Si Anjing Hitam. Setelah dilihatnya, ternyata Si Anjing Hitam telah meninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si Anjing Hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati Sang Kiai.

"Ya Allah, aku tidak pantas bersahabat dan berjalan bersama seekor anjing milik-Mu! Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersama-Mu Yang Abadi dan Kekal? Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang termulia di antara makhluk-Mu yang terhina di antara semuanya!" seru Kiai Yazid kepada Tuhannya di tempat yang sepi itu.

Kemudian, Kiai Yazid dengan langkah yang sempoyongan meneruskan perjalanannya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke pesantrennya. Ia sudah rindu kepada para santri yang menunggu pengajarannya.
***
Keunikan dan ke-nyleneh-an Kiai Yazid memang sudah terlihat sejak dulu. Kepada para santrinya, beliau tidak selalu mengajarkan di pesantrennya saja, tetapi juga diajak merespon secara langsung untuk membaca ayat-ayat alam yang tergelar di alam semesta ini. Banyak pelajaran yang didapat para santri dari Sang Kiai; baik pembelajaran secara teoritis maupun praktis dalam hubungannya dengan ketuhanan.

Suatu hari, Kiai Yazid sedang mengajak berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Setelah diamati secara seksama, ternyata ia bukanlah Si Anjing Hitam yang dulu pernah memprotesnya. Ia Si Anjing Kuning yang lebih jelek dari Si Anjing Hitam. Begitu melihat Si Anjing Kuning tadi terlihat tergesa-gesa --barangkali karena ada urusan penting-- maka Kiai Yazid segera saja mengomando kepada para muridnya agar memberi jalan kepada Si Anjing Kuning itu.

"Hai murid-muridku, semuanya minggirlah, jangan ada yang mengganggu Si Anjing Kuning yang mau lewat itu! Berilah dia jalan, karena sesungguhnya ia ada suatu keperluan yang penting hingga ia berlari dengan tergesa-gesa," kata Kiai Yazid kepada para muridnya.

Para muridnya pun tunduk-patuh kepada perintah Sang Kiai. Setelah itu, Si Anjing Kuning melewati di depan Kiai Yazid dan para santrinya dengan tenang, tidak merasa terganggu. Secara sepintas, Si Anjing Kuning memberikan hormatnya kepada Kiai Yazid dengan menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Maklum, jalanan yang sedang dilewati itu memang sangat sempit, sehingga harus ada yang mengalah salah satu; rombongan Kiai Yazid ataukah Si Anjing Kuning.

Si Anjing Kuning telah berlalu. Tetapi rupanya ada salah seorang murid Kiai Yazid yang memprotes tindakan gurunya dan berkata: "Allah Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhluk-Nya. Sementara, kiai adalah raja di antara kaum sufi, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing jelek tadi. Apakah pantas perbuatan seperti itu?!"

Kiai Yazid menjawab: "Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku: "Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian dulu sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para mistik (kaum sufi)?" Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya."

Mendengar penjelasan Kiai Yazid seperti itu, murid-muridnya manggut-manggut. Itu merupakan pertanda bahwa mereka paham mengapa guru mereka berlaku demikian. Semuanya diam membisu. Mereka tidak ada yang membantah lagi. Mereka pun terus meneruskan perjalanannya. ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hari ini | puisi


HARI INI
KARYA:FAZHAM FADIL MUKARRAM
Hari ini...
tangisan melanda kami...
Hari ini...
Tangis membanjiri hari
Semua kenangan tersimpan dalam memori
Semua sahabat akan berpisah hari ini...
Sebuah perpisahan yang tak akan pernah dilupa...
Perpisahan terakhir kita semua...
Yang saat itu kita berseragam sama
Mugkin nanti kita berseragam beda
Hari ini, aku sendiri...
Dari sini kuucapkan selamat jalan kawan sejati...
Saat ini...
Hari ini.....
Kuucapkan selamat jalan kawan sejati..
Semoga dirimu menjadi kebanggaan bangsa ini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

i love u bapak


I LOVE U , BAPAK
KARYA : FAZHAM FADHIL MUKARRAM
            Mentari pagi menyinari pagi yang indah dikota makassar. Pagi buta masih menunjukkan dirinya tapi untuk Doni anak yang rajin dan baik hati plus pintar ini sudah harus bangun untuk pergi kesekolah toh sekolah Doni juga jauh dari rumahnya. Sayangnya Doni ini miskin dan menunggak 2 tahun disekolahnya karena ekonomi.
            Pekerjaan bapak Doni adalah seorang pengangguran yang sering mencuri dan hasil curiannya dipakainya untuk judi inilah yang membuat Doni sedih karena perbuatan ayahnya tapi Doni bukan kayak anak-anak lain yang tidak mengakui ayahnya yang penjudi tapi Doni tidak ada rasa malu sedikitpun didalam hati Doni malahan ia memikirkan misi untuk membuat ayahnya tobat.
            Saat ini Doni sudah kelas 1 smp setelah lulus dari SD dengan hasil yang memuaskan  hari-hari telah dilewati Doni dengan ejekan oleh teman – temannya tapi Doni tetap sabar menjadi anak dari pak Budur. Hari minggu telah tiba Doni sendiri dirumahnya karena ayahnya belum pulang Doni menyapu sambil menembang.
            Memasak untuk ayahnya bahkan ia rela mengutang pada orang yang memiliki warung di depan rumahnya.
            “Eh dek kalau ngutang tuh kira-kira utang kamu tuh udah sampai Rp. 100.000,- kalau kamu ngutang lagi kamu harus janji bahwa minggu depan semuanya harus sudah lunas.” Kata pedagang tersebut
            “I...iya pak.”Kata Doni            tergagap
Doni juga anak yang keren bahkan teman-teman satu kelasnya banyak banget yang suka sama Doni salah satunya adalah Lia anak orang kaya yang ayahnya sudah meninggal.
            Doni juga suka dengan Lia tapi Doni gak pernah untuk mengutarakan perasaannya kepada Lia mungkin Doni tahu diri bahwa Doni dari keluarga tidak mampu masa suka  dengan anak orang tajir seperti Lia. Tapi ada suatu saat Doni ketemu ama Lia
            “Eh Lia mau kemana?”kata Doni
            “Kemana aja juga boleh yang penting oke.” Jawab Lia dengan judes padahal Lia seneng banget ditegur ama Cowok idamannya.
            “Ye ditanya bae-bae. Kok jawabnya kayak gitu?” kata Doni
            “Hahah bercanda kan juga boleh.” Kata Lia
            “Oh tidak bisa...” kata Doni bercanda
Seharian Doni dan Lia bercanda terus-terusan hati Doni terlihat berbunga-bunga wajah yang memerah tanda malu bercampur senang. Begitu juga dengan Lia
            “Oh senangnya hati ini. “kata Doni saat hendak mau tidur
            “Ah baca doa dulu ah allahumma bariklana fima razaq tana wakina aza bannar amien.” Kata Doni tapi setelah itu Doni kaget
            “Lho kok saya baca doa makan sih mungkin saya lapar kali ya mending makan dulu ah .”  
            Keesokan harinya Doni pergi kesekolah dengan sepeda buntut yang ia pakai dari sekolah dasar Lia sempat kasihan dengan Doni bahkan pernah Lia mengajak dan mau menjadi mobil antar-jemput Doni tapi Doni yang tak mau siapa tahu nanti merepotkan. Setelah sampai dirumah Doni sedih karena sudah seminggu ayahnya gak pulang-pulang.
            “waduh bapak mana nih.” Kata Doni termenung
            “Gak usah sedih aku tahu kamu kesepiankan boleh gak aku jadi sohibmu!” kata Lia yang menyerobot. Sungguh mendengar kata itu Doni sangat bahagia dengan santainya Doni berkata
            “Oke saya juga senang jadi temanmu.” Kata Doni
            “Ehem lagi dua-duaan ya!!!!” tiba-tiba seorang lelaki keperawakannya mirip sekali dengan ayah Doni tapi kok pakai jas diantar mobil lagi , Doni sudah mengenali orang itu langsunglah Doni berlari menuju lelaki itu
            “Bapak Doni rindu pak, bapak dari mana?” kata Doni
            “Bapak sedang mencari pekerjaan dijakarta eh taunya bapak ditawari jadi sutradara so... bapak jadi kayak gini deh, dan ingat ini semua untuk kamu nak jadi jangan jadi anak durhaka ya nak.” Kata bapak Doni
            “Terimah kasih ya pak .” Doni sambil meneteskan air mata

                                    TAMAT.............
                             THANKS BICAUSE YOU WANT READ BYEE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS